DEWAN AWASI REKANAN NAKAL

Image

CIAMIS,- Komisi 3 DPRD Kabupaten Ciamis akan mengawasi sekaligus mengevaluasi re-kanan yang mengerjakan proyek pemerintah. 
Tindakan itu dilakukan karena selama ini disinyalir masih ada rekanan yang tidak menyelesaikan proyek dan ditinggalkan begitu saja, sehingga bisa menyebabkan kerugian keuangan daerah.
“Dari hasil pantau kami kemudian hasil rapat komisi untuk proyek ditahun 2012 memang ada beberapa proyek yang tidak selesai atau melebihi batas waktu pengerjaan, itu tercatat ada beberapa persen ada di salah satu dinas,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Ciamis Muhamad Taufik Martin Rabu (13/3) di ruang kerjanya.
Tujuannya lainnya kata Taufik agar bisa mengetahui track record rekanan yang bisa menyelesaikan proyek, berapa banyak rekanan yang masuk dalam daftar pembinaan dan rekanan mana yang tergolong tidak profesional. Jika ditemukan ada rekanan yang nakal, insansi terkait harus menindaknya.
“Yang menindak atau memberikan sanksi rekanan nakal, bukan kami tetapi dinas terkait. Kami hanya memantau dan memberikan gambaran mana saja rekanan yang dianggap memang tidak sesuai,” tegas Martin.
Agar tidak ada rekanan yang nakal, Marten meminta kepada panitia lelang untuk lebih hati-hati,dan tidak asal-asalan dalam menentukan pemenang hingga jangan sampai terjadi kesemrawutan pelaksanaan pembangunan.
Selain mengevaluasi rekanan, pihaknya juga melakukan pengawasan langsung ke lapangan terhadap kualitas proyek yang dikerjakan rekanan.
“Melalui inspeksi mendadak (sidak) ingin melihat langsung sejauh mana instansi terkait maupun pihak rekanan melaksanakan program di bidang infrastruktur termasuk di antaranya memantau kualitas pengerjaan proyek tersebut,” ucapnya
Dikatakanya,bentuk pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan pemba­ngun­an,seperti rendahnya kualitas infrastruktur dan kekurangan lainnya.
Sidak dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pekerjaan yang dilakukan rekanan dan instansi terkait. “Hasil dari proyek infrastruktur, khususnya jalan, jembatan dan fasilitas lainnya itu dirasakan langsung oleh masyarakat, supaya hasil proyek pembangunannya maksimal, perlu pengawasan intensif,” tandas Martin.
Sementara itu, perwakilan dari salah satu dinas mengaku sudah memutuskan kontrak dengan salah satu rekanan karena telah meninggalkan proyek ketika proyek baru berjalan 35 persen.
“Kami sudah memutuskan kontrak dengan salah satu perusahaan yang tiba-tiba meninggalkan pekerjaan. Kini kami sudah mengganti dengan rekanan yang baru,” katanya.
Apakah rekanan masuk dalam blacklist atau tidak ada prosedur hukumnya. Yang jelas, pihaknya tidak akan menggunakan perusahaan itu lagi. ab@h

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s