PUTUS CINTA, GOLOK BICARA?

Image

KALIPUCANG,- Upaya pembunuhan sadis nyaris menimpa Ny. Aat (50) warga Kampung Karang­prawiran, Rt 08/07 Dusun Sindangsari, Ds. Banjarharja, Kalipucang, Kamis dini hari kemarin. Meski nyawanya bisa diselamatkan, namun berda­sarkan informasi terakhir, kemarin petang, kondisi korban dalam perawatan intensif di RS Banjar Patroman dengan kea­daan kritis.
Informasi yang dihimpun KP di lokasi kejadian, dini hari kemarin Ny. Aat menjadi korban penganiyaan di rumahnya dengan luka bacokan kepala, bahu kiri dan kanan serta telapak tangan. Belakangan, pelaku kuat dugaan dilakukan Rd (20) yang saat ini sudah diamankan pihak Mapolsek Kalipucang dan rekannya satu orang lagi yang masih buron. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan, Tgm (20) yang diduga sebagai otak pelaku.
Berdasarkan penelusuran sementara pihak polisi, motif penganiyaan Ny. Aat berlatar sakit hati karena diputuskan cinta. Tgm menyuruh Rd untuk meng­habisi nyawa Ny. Aat dan anaknya Mela yang sebelumnya menjalin cinta dengan Tgm. Namun karena Mela memutuskan ikatan cinta, Tgm naik pitam sehingga menyewa Rd dan rekannya untuk membunuh ibu dan anak tersebut dengan imbalan Rp 1 juta.
“Setelah pengembangan ka­sus, untuk sementara motifnya diduga sakit hati karena Tgm diputuskan cinta oleh Mela, anak korban. Hal itu dikuatkan dengan ancaman pembunuhan yang sempat dilontarkan Tgm ke Mela serta penjelasan dari saksi-saksi. Tapi ini baru sementara, karena kami terus melakukan pengembangan un­tuk dapat mengungkap motif yang sebenarnya,” ujar Kapol­sek Kalipucang AKP Badri me­lalui Kanit Serse Aiptu Casim, petang kemarin.
Sebelumnya di lokasi kejadian, berdasarkan informasi yang dihimpun, Ny. Aat tanpa ampun dibacok oleh pelaku sebanyak lima kali di rumahnya, Kamis dini hari kemarin. Saat kejadian, kondisi rumah sedang gelap gulita karena aliran listrik mati.
Korban yang sebelumnya tertidur di ruang tengah, terbangun melihat listrik tetangga me­nyala. Karena listriknya masih padam, ia hendak mengecek ke luar rumah. Namun belum juga membuka pintu, tiba-tiba ia langsung dibacok dari arah belakang dan mengenai kepala, bahu dan tangan. Sontak saja korban berteriak minta tolong dan berupaya ke luar rumah dengan kondisi sekujur tubuh berlumuran darah.
Karena lukanya yang cukup parah, Ny. Aat ambruk di depan pintu rumah. Teriakan Aat mengundang tetangga dan langsung menuju rumah korban untuk melakukan pertolongan. 
Ketua RW Karang­prawiran, Rt 08/07 Dusun Sindangsari, Ds. Banjarharja, Awang Ridwan (51) bersama tokoh masyarakat setempat, Dasep Koswara (52) langsung menuju rumah Ny. Aat dan mendapati korban terkulai lemas dengan tubuh bersimbah darah.
Dasep Koswara memastikan, pelaku kejahatan masuk ke dalam rumah Aat dengan cara mencongkel dinding rumah terbuat dari bilik bambu tepat di dekat pintu dapur. Pasalnya di lokasi tersebut terlihat anyaman bambu yang sudah bolong menganga. “Setelah itu mungkin masuk ke ruangan utama. Setelah melihat ada bayangan manusia, pelaku langsung melukai korban dengan senjata tajam,”papar Dasep.
Pelaku rupanya tidak hanya mengincar nyawa Ny. Aat dan Mela. Karena sebelum menyan­troni rumah Ny. Aat, menyan­troni rumah Mak Katem (70) yang rumahnya berhadapan. Namun meski pelaku berhasil masuk ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB, tetapi nenek tua renta ini lolos dari penganiyaan karena aksinya keburu ketahuan. 
Belakangan berdasarkan pe­ne­lusuran polisi, motif me­nyantroni Ny. Katem untuk menghabisi cucunya, Nopi teman sepermainan Mela.”Du­gaan sementara masih ada keterkaitan. Tetapi kami akan terus lakukan pe­ngembang­an,”ujar Aiptu Casim.E

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s