PENGUSAHA BAWANG GORENG TERPAKSA HENTIKAN USAHA

Image

TASIK,- Mahal dan langkanya komoditas bawang merah dan bawang putih di pasaran turut menggoyang geliat usaha lain yang tergantung pada bahan baku bawang. Malah, salah satu pengusaha bawang goreng Kampung Lewosari, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya terpaksa merelakan usahanya berhenti. Enang Heryadi (43), sang owner menyebut jika tanda-tanda kemunduran usahanya sudah mulai terasa sejak Desember tahun lalu. 
Saat itu harga bawang merah sudah mulai mencapai angka belasan ribu per kg. Dia pun sudah mulai mengurangi jumlah produksi. Namun, menginjak Februari saat harga bawang merah mencapai Rp 20.000/kg, dia menyerah dan menutup sementara tempat usahanya sekaligus merumahkan sepuluh orang pegawainya.
Bapak dua anak yang memulai usahanya sejak tahun 2004 mengaku kehilangan omzet yang mencapai Rp 2 juta saban hari. Ia pun tetap mengeluarkan upah untuk enam orang pegawainya yang menjaga kios di pasar Cikurubuk dan dua orang di rumah buat bantu beres-beres. 
Dalam satu hari, kata Enang, dia harus mengupah pegawainya sebesar Rp 360.000. Saat ini ia hanya mengandalkan penghasilan dari sisa bawang goreng bulan lalu dan penjualan hasil bumi lainnya. Seorang pengusaha (pengepul) bawang merah Obar (43), warga Kp.Cilingga Kel.Linggajaya Kec. Mangkubumi menambahkan, usahanya menurun diakibatkan barang langka. Saat normal kata dia, kiriman bawang merah yang ia dapat dari Brebes Jawa Tengah bisa mencapai 20 Ton dengan harga rata-rata Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per Kg. Saat ini lanjut dia untuk mendatangkan bawang merah sebanyak 5 Ton juga sangat susah.
Selain barangnya langka, harga pembeliannya naik beberapa kali lipat hingga menembus angka Rp 40.000 per Kg. 
Dengan pembelian seperti itu dia bingung mau menjualnya. “Takutnya ketika jual dipasaran dengan harga lebih dari itu barang malah tidak laku,” katanya. Akibat kondisi tersebut lanjut dia, kerugian dari usahanya mencapai puluhan juta rupiah. Terkait itu, mereka berharap harga bawang merah dan pasokannya kembali normal, terlebih empat bulan mendatang akan menghadapi bulan puasa, di mana saatnya untuk meraup untung. Pada momentum itu, permintaan bawang goreng meningkat.(Ab@h)-

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s