MUCIKARI DIRINGKUS POLISI

Image

BANJAR,-Jajaran Polres Kota Banjar berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia (traficking) yang biasa beroperasi di wilayah Kota Banjar. Sindikat yang menjual jasa “esek-esek” tersebut ditangkap polisi dalam sebuah operasi penggerebekan yang digelar akhir pekan lalu. Dalam kasus ini polisi menetapkan status tersangka terhadap seorang wa­nita yang berperan sebagai mucikari, berinisial AN (30) warga Cimenyan, Kelurahan Mekarsari Banjar. Selain itu sempat diamankan pula dua wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menjadi anak asuh AN.Ironisnya, salah satu dari PSK itu diketahui ma­sih sangat belia, yakni ba­ru berusia 15 tahun, berinisial AY. Sementara seorang lainnya berinisial NAY (25) warga Sukamanah Keca­mat­an Pataruman.Kapolresta Banjar, AKBP Asep Sa­epudin, melalui Kepala Satuan Re­serse Kriminal, AKP Kosasih membenarkan adanya penang­kap­an tersebut. Menurut Kosa­sih, penangkapan ini merupa­kan hasil dari pelaksanaan operasi bersandi Bunga Lodaya 2013. “Jadi operasi khusus ini dilakukan serentak seluruh Polres yang ada di Polda Jawa Barat,” kata Kosasih.Dia menjelaskan, AN yang bertindak selaku mucikari kerap menjadi perantara untuk memenuhi kebutuhan para lelaki hidung belang di Kota Banjar. “Setelah kita mendapatkan informasi, kemudian kita melakukan penyelidikan. Ternyata benar si AN ini adalah mucikari, nah parahnya lagi dia menjual seorang anak ABG yang baru berusia 15 tahun,” kata Kosasih.

Mereka selanjutnya digerebek petugas ketika hendak bertransaksi di sebuah hotel kelas melati di kawasan Jalan Husen Kartasasmita Kota Banjar. Untuk penyelidikan lebih lanjut mereka kemudian digelandang ke Mapolres Banjar. “Untuk sementara baru AN yang jadi tersangka dan sudah kita jebloskan ke tahanan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan karena berdasarkan informasi, sindikat perdagangan perempuan dalam bisnis esek-esek di Kota Banjar cukup banyak,” kata Kosasih.

Kepada tersangka AN, polisi akan menjerat dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Mucikari ini akan kita kenakan pasal berlapis, karena selain memperdagangkan orang, dia juga telah melanggar Undang-undang Perlindungan anak,” katanya.

Sementara itu ditemui di sela-sela pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Banjar, AY mengaku sudah berbulan-bulan menjalani bisnis prostitusi. “Dari tamu (hidung belang) biasanya saya dibayar Rp 200.000, dari jumlah itu saya kebagian Rp 150.000, bahkan terkadang Rp 100.000,” katanya.

Gadis belia ini memang merupakan kor­ban, kendati dia sendiri mengakui bahwa pekerjaan itu dia lakoni dengan sukarela alias tanpa dipaksa atau diancam oleh mucikari. “Saya pusing di rumah, jadi mendingan begini saja,” katanya.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bocah perempuan ini merupakan warga Dusun Katapang, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Dia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Dia tinggal bersama ibunya yang berprofesi sebagai buruh cuci dan buruh tani. Sementara bapaknya jarang pulang. “Bapak kerjanya sebagai sopir, tapi jarang pulang. Katanya sih bapak kawin lagi,” kata AY.

Sebelum terjun ke dunia esek-esek, AY sempat bersekolah di sebuah MTs di ka­was­an Kota Banjar. Dia mengaku saat masih bersekolah, kegadisannya sudah terenggut oleh pacarnya.

“Waktu itu saya digauli pacar di sekitar lapang golf Procit,” tuturnya tanpa malu-malu. Karena sering membolos dan jarang pulang ke rumah, akhirnya AY “drop out” dari bangku sekolah. Selanjutnya dia pun tinggal bersama seorang wanita berinisial UT warga Jalan Setia Banjar. Nah sejak saat itu dia mulai terjun menjadi pemuas syahwat hidung belang.Saat ditanya apakah dirinya menyesal telah menjadi PSK di usianya yang masih sangat belia, AY mengaku sangat menyesalinya, meski dia sendiri bingung, setelah kasus ini selesai dirinya mau ke mana. )Ab@h-

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s