SOSIALISASI P4GN LINGKUP PEMERINTAHAN KECAMATAN CIPAKU

Image

Instansi Pemerintah mendapat giliran Sosialisasi P4GN dari BNNK Ciamis, sosialisasi P4GN ini ditujukan kepada jajaran pemerintahan se-Kecamatan Cipaku dengan tujuan agar warga masyarakat Cipaku memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman narkoba, bertempat di Aula Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku, (03-04-2013).

 

Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa lingkungan kerja instansi pemerintah merupakan lingkungan strategis dalam pembangunan baik itu pembangunan sumber daya alam maupun sumber daya manusia, dimana peran instansi pemerintah memiliki fungsi pelayanan publik. Masyarakat tentunya dapat menilai kinerja para pegawai negeri, baik buruknya kinerja tergantung dari kedisiplinan dan integritas pegawai itu sendiri, mulai dari unsur pimpinan dan staf didalamnya merupakan satu kesatuan pegawai instansi pemerintah, jika salah satu pegawai (pimpinan maupun staf) menyalahgunakan narkoba, maka akan memperburuk terhadap kinerja dan reputasi instansi itu sendiri.  Karena itulah melalui advokasi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi instansi pemerintahan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

 

Menurut data kasus narkoba dari Sat Res Narkoba Polres Ciamis, Kecamatan Cipaku merupakan daerah rawan peredaran gelap narkoba, hal ini terbukti dengan temuan 3 kasus tindak pidana narkoba di tahun 2011 dan 1 kasus di tahun 2012, jika ditinjau dari letak geografis Kecamatan Cipaku yang berada di wilayah Ciamis Utara ini merupakan jalur perlintasan Ciamis – Cirebon, via Kawali dan Panawangan, yang tidak menutup kemungkinan merupakan jalur edar gelap narkoba.

 

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala BNNK Ciamis drg. Engkan Iskandar, MM dalam paparannya mengingat peran narkoba yang bersifat borderless(merambah keseluruh wilayah tanpa batas) baik itu, perkotaan, pedesaan/perkampungan, asrama, sekolah, kampus, perkantoran, perusahaan, tua, muda, remaja, anak-anak, pejabat, rakyat, tidak ada satupun yang bebas dari permasalahan narkoba. Sehingga peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaannya, bukanlah permasalahan satu daerah atau kab/kota secara parsial saja, melainkan merupakan permasalahan bersama (integral) yang memerlukan komitmen kuat untuk dapat memeranginya.

 

Melihat permasalahan tersebut Kepala BNNK Ciamis mengajak kepada seluruh peserta untuk ikut serta dalam upaya-upaya pencegahan agar dapat membentengi keluarganya dari ancaman narkoba, dan ikut serta dalam P4GN baik melalui pelaporan tindak pidana narkoba maupun pelaporan adanya korban penyalahguna narkoba kepada BNNK Ciamis untuk dilakukan upaya-upaya penyembuhan melalui Terapi Rehabitasi atau program Wajib Lapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan dan/atau Menteri Sosial, Engkan menyebutkan bahwa untuk wilayah Kabupaten Ciamis, dapat melaporkannya ke RSUD Tasikmalaya, sebagai IPWL, atau meminta pendampingan ke BNNK Ciamis.

 

Menyikapi keterangan dimaksud, beberapa aparatur pemerintahan desa banyak yang mengeluhkan peradigma masyarakat yang masih takut untuk melaporkan keadaan tersebut. Atas keluhan tersebut, Engkan pun mengajak para aparatur desa untuk bisa berperan sebagai fasilitator.

 

Pemateri berikutnya Ipda Endang Suwandi (KBO Sat Narkoba Polres Ciamis) memaparkan tentang aspek hukum dari tindak pidana narkotika, yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta memberikan pemahaman para peserta bahwa saksi pelapor tindak pidana narkotika dilindungi oleh undang-undang dan dijamin kerahasiaannya, sehingga upaya pemberantasan Narkoba dapat terwujud dengan baik.)Ab@h

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s