Roda Belakang Lepas, Truk Bemuatan Pasir Besi Ambruk

Image

CIAMIS,-Diduga kelebihan muatan, truk pengangkut pasir besi bernopol AD 1767 TF, ambruk persis di depan Pendopo Ciamis, Sabtu (20/4) petang. Insani, anggota Satpol PP yang bertugas di Pendopo Ciamis menuturkan insiden itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Tiba-tiba saja truk tersebut ambruk di depan Pendopo. Roda belakang truk  lepas dan menggelinding.

“Kaget saja, tiba-tiba ada truk ambruk. Ban-na oge ngagorolong miheulaan mobil (mendahului mobil) sampai di depan kantor Telkom,” kata Insan. Sementara itu, pengemudi truk, Maman warga Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku, jika mobil yang dikemudikannya memang mengangkut pasir besi dari pangkalan pasir besi di Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, milik PT AUS. Pasir besi tersebut, rencananya akan dikirimkan ke PT Adiguna di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Isinya pasir besi mau saya kirim ke Pak Hendrik Cilacap. Eh baud roda potong, malah bannya nyelonong, saya takut rodanya nabrak motor. Kemudian, mobil saya matiin, lalu saya ngejar ban yang nyelonong,” kata Maman, Sopir yang tidak pernah membawa kondektur itu mengaku, baru dua kali mengangkut pasir besi dari Tasikmalaya ke Cilacap. Bahkan dirinya tidak mengetahui jika persoalan pasir besi tengah menjadi sorotan yang dituding sebagai penyebab kerusakan jalan.

Truk Bermuatan Lebih, Bayar Saja Rp35 Ribu? Hadeuh Parah!…..

Aktifis SAR (Serikat Aspirasi Rakyat) Eka Muntaha, mengaku sempat berbincang dengan pengemudi truk pasir besi yang ambruk depan pendopo Ciamis, Sabtu, (20/4) kemarin. Bahkan Eka mengaku cukup kaget, truk dengan muatan melebihi tonase bisa lolos dari timbangan di Dinas Perhubungan. Alhasil, setelah menanyakan langsung kepada Maman sang pengemudi, truk tersebut diloloskan dari timbangan setelah membayar Rp35 ribu.

“Kalau sampai baud truknya patah, artinya kapasitas muatan tidak sesuai dengan peruntukan truk tersebut. Komponen yang ada di truk itu kan sudah disesuaikan dengan daya tampungnya, jadi itu jelas ada kelebihan tonase. Mengapa bisa lolos, eh ternyata bisa lolos dengan Rp35 ribu,” keluhnya.

Pihaknya sangat menyayangkan pengawasan timbangan Dishub yang asal-asalan, dan tidak menjalankan fungsi pengawasan terhadap kelebihan tonase secara benar.

“Pantas saja jalanan cepat rusak, ternyata pengawasan terhadap angkutan berat tidak diawasi dengan benar,” katanya. Lebih lanjut Eka mengungkapkan bahwa insiden truk ambruk di depan kantor Bupati Ciamis itu, bukan persoalan biasa. Dengan kata lain, harus dikaji bersama, terlebih ambruknya truk tersebut akibat kelebihan muatan dan luput dari pengawasan Dishub Jabar di Nagrak, Ciamis. Sementara itu, Maman pengemudi truk membenarkan jika untuk lolos uji timbangan, dirinya memberikan sejumlah uang.

“Ya memang saya memberikan uang Rp35 ribu untuk lolos timbangan,” jelasnya. (Ab@h**

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s