Pesawat Cessna 172 Tergelincir di Pangandaran

Image

PANGANDARAN, Pesawat latih milik BPA (Bandung Pilot Akademi) tergelincir di landasan pacu 7 Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (3/5) sekitar pukul 08.12 WIB.
Dua orang awak pesawat, yaitu instruktur dan siswa penerbang mengalami luka ringan, sedangkan pesawat jenis Cessna 172 dengan registrasi PK-IUA dalam kondisi rusak parah. 
Dandim 0613 Ciamis, Letkol. INF. Wawan Erawan mengatakan pesawat tersebut tergelincir saat akan terbang. Pesawat dikemudikan pilot taruna BAP, Rudi Erwin Cahyadi (20) tahun.
“Bagian mesin depan rusak dan sayap hancur. Korban sudah mendapat perawatan di Puskesmas Cijulang,” katanya.
Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi penyebab jatuhnya pesawat latih tersebut.

Cessna Aircraft Company

Cessna Aircraft Company yang bermarkas di Wichita, Kansas, merupakan sebuah perusahaan pesawat untuk berbagai keperluan, mulai dari pesawat kecil kuri ganda, pesawat mesin tunggal, hingga business jets.

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada bulan juni 1911, ketika Clyde Cessna, seorang petani di Rago, Kansas, membangun sebuah pesawat kayu&kanvas dan menjadi orang pertama yang membangun dan menerbangkan pesawat antara Sungai Mississippi dan Pegunungan Rocky.

Clyde Cessna memulai usahanya di Enid, Oklahoma dengan menguji banyak pesawat awalnya di dataran garam. Ketika para bankir di Enid tidak meminjamkan uang untuk membangun pesawat, dia berpindah ke Wichita, Kansas.[1]

Pada tahun 1924, Cessna bermitra dengan Lloyd C. Stearman dan Walter H. Beech untuk membangun Travel Air Manufacturing Co., Inc., sebuah perusahaan pesawat sayap ganda, di Wchita. Pada tahun 1927 dia meninggalkan Travel Air untuk membangun perusahaannya sendiri,”Cessna Aircraft Company”, untuk membangun pesawat sayap tunggal.

Cessna Aircraft Company ditutup mulai 19321934 akibat dari kondisi ekonomi. Pada tahun 1934, Dwane Wallace, dengan batuan saudaranya Dwight, mengambil alih perusahaan dan memulai proses membangun perusahaan tersebut menuju sukses global.

Setelah Perang Dunia II, Cessna membuat seri 170, dengan model terakhirnya 172, dan menjadi pesawat ringan yang paling banyak diproduksi dalam sejarah.

Cessna dibeli oleh General Dynamics Corporation pada tahun 1985, dan menghentikan produksi pesawat mesin pistonnya pada tahun berikutnya demi efisiensi perusahaan. Pada tahun 1992, Textron Inc. membeli Cessna dan memulai kembali produksi mesin piston.)Ab@h**

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s