Bom Bunuh Diri di Poso Gunakan………………….

Image

Jakarta: Kadiv Humas Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan bom bunuh diri di depan Masjid At Taqwa di area Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, menggunakan wadah plastik tupperware.

 

 

 

“Ada serpihan tupperware yang berada di lokasi. Artinya bom ini adalah bom bunuh diri yang menggunakan tupperware,” kata Suhardi Alius di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/6). Ledakan bom bunuh diri terjadi sekitar 15 meter di depan Masjid At Taqwa Polres Poso, pukul 08.03 WITA. Pelaku menggunakan sepeda motor masuk ke area Mapolres Poso. Petugas sempat mencegah pelaku masuk, namun gagal. Tidak lama berselang, ledakan kecil diikuti ledakan besar terjadi. Pelaku tewas dengan kondisi tubuh hancur terkena ledakan.

 

“Ledakan menghancurkan yang bersangkutan, tapi wajah tidak terlalu rusak. Ini sedang diidentifaksi Puslabfor,” kata Suhardi.

Belum diketahui motif peledakan bom bunuh diri ini. Hingga kini, Polri meningkatkan keamanan di area lokasi dan Sulawesi Tengah.

 

 

 

Pelaku Bom Bunuh Diri Poso Diduga Napi Buronan Teroris

 

Pelaku bom bunuh diri di depan Masjid At Taqwa Mapolres Poso diduga narapidana LP Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, yang melarikan diri. Polri masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini. 

 

“Pelaku masih terus didalami dari napi yang melarikan diri atas nama Basri terkait terorisme. Ini masih kita dalami,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Suhardi Alius di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/6).

 

Sebelumnya, seorang narapidana tindak pidana terorisme, M Basri melarikan diri pada 17 April lalu.Basri berhasil mengelabui seorang petugas lapas Ampana Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, yang mengawalnya ke Poso untuk menjenguk istri Basri yang sedang sakit.

 

Basri merupakan terpidana tindak pidana terorisme, yang dijatuhi vonis 19 tahun penjara pada 2007 silam.

 

 

 

Selain pembunuhan mutilasi terhadap tiga siswi SMK di Poso beberapa tahun lalu, pria berusia 36 tahun itu juga terlibat berbagai aksi teror, di antaranya peledakan bom di Sentra Kaua dan pembunuhan seorang Kepala Desa di Poso. Terkait hal ini, Polri mengaku masih melakukan penyelidikan. “Kita tahu pada waktu lalu juga ada tahanan di LP (Ampana) yang melarikan diri. Apakah ada kaitannya dengan itu dan jaringan lainnya kita sedang dalami,” kata Suhardi.

 

Suhardi mengaku saat ini lokasi TKP dan Polda Sulawesi Tengah ditingkatkan pengamanannya. Selain mengantisipasi kejadian serupa juga memberikan rasa aman kepada warga.)Ab@h**

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s