Pilkada Ciamis di Pangandaran Dikhawatirkan Marak Politik Uang

Gambar

CIAMIS,- Selain masalah undang-undang yang simpang siur tentang hak pilih warga Pangandaran yang rentan terhadap gugatan hukum, jika warga Pangandaran tetap dipaksakan memilih dalam Pilkada Ciamis, maka dikhawatirkan tingkat partisipasi masyarakat Pangandaran dalam Pilkada Ciamis akan sangat lemah.

 

Menurut Ketua Lembaga Ka­jian dan Penelitaian (LKP) Nuansa Ungu Maulana Sidik, warga Pangandaran yang sudah tidak merasa lagsi sebagai warga Ciamis, diprediksi tidak akan antusias untuk memilih bupati dan wabup Ciamis pada 22 september mendatang. Mereka akan berpandangan, tidak ada gunanya memilih karena sudah memiliki pemerintahan yang dimpimpin bupati sendiri.

 

“Warga pangandaran sudah memiliki bupati sendiri. Bahkan sebagian pejabat pemerintahan Kabupaten Pangandaran sudah dilantik, sehingga tidak ada manfaatnya memilih Bupati Ciamis. Toh Calon Bupati yang akan dipilih tidak akan memimpin Kabu­paten Pangandaran,” ujarnya.

 

Selain itu, kata Sidik, tahun 2014 mendatang Kabupaten Pa­ngandaran sudah memilik APBD tersendiri yang lepas dari Ka­bupaten Ciamis, meskipun sumber dananya berasal dari hibah APBD Ciamis dan APBD Provinsi Jabar.

 

Hal ini, kata Sidik, akan ber­dampak pada menurunnya antusias warga Pangandaran dalam me­milih Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, baik secara psikologis maupun historis. “Dipastikan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Ciamis akan rendah dan ini sangat berbahaya bagi kualitas demokrasi di Ciamis,” ujarnya.

 

Selain tingkat partisipasi warga Pangandaran akan sangat lemah, kata dia, dampak dari dipaksakannya warga Pangandaran ikut memilih adalah bakal adanya politik transaksional dalam pilkada Ciamis, khususnya di lingkungan warga Pa­ngan­daran.

 

“Akhirnya akan ada jual beli atau tawar menawar suara. Warga akan bertransaksi dengan para calon yang membutuhkan suara mereka. Dampaknya, akan bermunculan broker atau calo-calo suara dalam Pilkada Ciamis,” kata dia.

 

Dengan kondisi ini, Sidik meng­khawatirkan maraknya po­litik uang agar warga Pangandaran ikut memilih bupati/wakil bupati Ciamis. “Hal inilah yang harus juga diantisipasi oleh KPU maupun Panwaslu. Bukan hanya soal tingkat partisipasinya saja,” kata dia.

 

Menanggapi hal itu, Ketua KPUD Ciamis Kikim Tarkim menegaskan, pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan partisipasi warga 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran untuk tetap memilih bupati dan wakil bupati Ciamis.

 

Cara yang dilakukan, kata dia, dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui lembaga sosial masyarakat, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan media massa.

 

“Penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan sampai desa di Kabupaten Pangandaran terus dimotivasi untuk mengajak warga Pangandaran ikut menyukseskan Pilkada Ciamis, karena ini sesuai dengan tuntutan undang-undang” ujarnya.)Ab@h**/kabar-priangan.com

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s