KKN MAHASISWA UGM PEDULI BAHAYA NARKOBA

Gambar

PANAWANGAN,- KKN Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Jawa Barat 02 menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat pada Rabu, (21/08/2013).

 

Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian mahasiswa KKN UGM dalam menghadapi permasalahan narkoba di Indonesia dewasa ini, melalui pengabdiannya dimasyarakat menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada pelajar SMPN 1 Panawangan dengan menggandeng BNN Kabupaten Ciamis sebagai narasumber.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari metoda dan media pembelajaran alternatif bagi siswa serta mengadakan berbagai kegiatan lainnya di masyarakat dalam rangka pembaharuan sumber daya manusia di wilayah kerja KKN.

 

Sebagaimana disampaikan oleh Koordinator Mahasiswa Unit 02 Devita Nur Asri Pratiwi menjelaskan bahwa “alasan mahasiswa UGM memilih KKN di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat adalah melihat kondisi Panawangan merupakan suatu desa yang memiliki infrastruktur yang maju akan tetapi pemanfaatan sumber daya manusianya belum maksimal, sehingga metoda pendekatan pembelajarannya adalah melalui pemberdayaan masyarakat”.

 

Adapun ide dari sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Panawangan, mengingat Kecamatan Panawangan merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, yang tidak menutup kemungkinan daerah perbatasan tersebut rawan dari peredaran narkoba. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut dipandang perlu untuk diberikan sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Ciamis.

 

Selanjutnya narasumber dari BNN Kabupaten Ciamis Suhendi menjelaskan dalam paparannya dihadapan para pelajar SMPN 1 Panawangan bahwa, “remaja beresiko tinggi menyalahgunakan narkoba, dengan berbagai latar belakang mengkonsumsinya yang terkadang menghindar dari kejenuhan diri dan coba-coba, ditambah kondisi keluarga tidak harmonis, terpengaruh oleh ajakan teman sebaya, hal ini merupakan salah satu pemicu individu remaja terjerumus ke narkoba”.

 

Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa lingkungan pendidikan merupakan lingkungan produktif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, mampu bersaing, berdaya guna dan berhasil guna sehingga diharapkan dapat meraih masa depan yang gemilang.

 

Masyarakat pendidikan didalamnya terdapat generasi penerus bangsa yang harus dapat mempertanggungjawabkan dirinya sendiri demi kemajuan bangsanya sendiri, sehingga mempunyai daya tangkal terhadap segala ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai dengan program pemerintah melaluipencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) demi terciptanya lingkungan pendidikan terbebas dari ancaman narkoba.)Ab@h**-Sumber : Press Release BNNK Ciamis

 

 

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s