MAHASISWA DESAK PEMKAB TERTIBKAN REKLAME LIAR

Gambar

Ciamis,-Para aktivis kampus yang datang sekira pukul 10.00 WIB diterima Wakil Ketua DPRD Ganjar M Yusuf, Ketua Komisi 2 Ahmad Irfan Alawi dan Sek­retraris Komisi 2 Andang Irfan Sahara.Menurut Korlap Aksi GMPC Riki Herwawan, saat ini banyak reklame perusahaan liar yang diduga tidak berizin dan tidak membayar pajak. Namun masih dibiarkan oleh aparat Pemkab Ciamis.

 

“Banyak reklame asal pasang tanpa memperhatikan lokasi, tidak jelas perizinanya. Sehing­ga bisa mengakibatkan kerugian negara, khususnya pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD.red),” ujarnya.

 

Mahasiswa juga menanyakan, pemasukan PAD dari retribusi tiket wisata Icakan yang selalu membludak dan dikunjungi oleh ribuan orang. Namun tiket yang dijual ke pengunjung tidak jelas pengaturan retribusinya.

 

Selain itu, kata Riki, perusahaan yang tidak berizin, tidak memiliki analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) juga harus ditertibkan. “Ciamis sudah tidak memiliki Pangan­daran, oleh karena itu potensi PAD harus dimaksimalkan, dengan menindak pengusaha nakal,” ujarnya.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Ciamis Ganjar M Yusuf, menegaskan, DPRD akan segera memanggil instansi terkait untuk mengetahui berapa banyak perusahaan yang tidak membayar pajak reklame, tidak berizin dan menyalahi Amdal.

 

“Dalam waktu dekat Kita akan memanggil instansi terkait, apalagi saat ini sedang dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA-red) dan Plafon Anggaran Semen­tara tahun untuk tahun 2014,” ujarnya.

 

Ketua Komisi 2 Ahmad Irfan Alawi menambahkan, DPRD tidak hanya akan mengundang instansi terkait perizinan dan PAD, juga akan mengundang pengusaha-pengusaha yang tidak membayar retribusi dan Pajak.

 

Termasuk akan menanyakan ribuan tiket masuk objek wisata Icakan yang digratiskani. Namun sampai saat ini belum jelas kontribusi PAD-nya.

 

“Tiket itu dibayar oleh siapa dan aturan apa yang digunakan. Kami patut mencurigai adanya gratifikasi penggratisan tiket masuk objek wisata itu. Lebih

 

jelasnya kami akan meminta ke­terangan dari Badan Pemeriksa Keuangani,” kata Irfan.)Ab@h**/Kbr-Priangan

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s