Berlaga di Divisi Utama, PSGC Ciamis Butuh Rp. 5 Milyar

Gambar

Ciamis, – Setelah PSGC Ciamis sukses menjadi runner up Grup V pada fase babak kedua Divisi I Liga Indonesia (LI) dan dinyatakan lolos mendapat jatah promosi ke Divisi Utama LI musim depan, membuat persepakbolaan Kabupaten Ciamis kini bergairah. Masyarakat Tatar Galuh pun merayakannya penuh dengan suka cita. Maklum, prestasi ini merupakan kali pertama sepanjang sejarah sepakbola Ciamis.

Namun, dibalik kesuksesan PSGC ini, ternyata kini muncul kegilisahan publik Ciamis terkait nasib PSGC dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama LI musim depan. Karena, tim yang berlaga di kasta kedua PSSI tersebut, tidak boleh mendapat bantuan dana APBD. Dengan begitu, manajemen “Laskar Galuh” mau tidak mau dari saat ini harus berpikir untuk menggaet sponsor.

Manager PSGC Ciamis, H. A Herdiat, MM, mengatakan, di saat masyarakat Ciamis tengah merayakan prestasi gemilang yang ditorehkan punggawa “Laskar Galuh”, justru pihak manajemen kini tengah memutar otak untuk menjaga eksistensi PSGC agar bisa tampil di kompetisi Divisi Utama LI. Hal yang dipikirkan tidak lain mengenai soal pendanaan tim dalam menghadapi kompetisi musim depan.

“Ya betul, tim Divisi Utama tidak diperbolehkan mendapat bantuan dari dana APBD. Karena dalam aturannya pun, tim yang berlaga di Divisi Utama dan ISL harus menjadi klub profesional yang bisa menanggung biaya operasional sendiri,“ ungkap Herdiat, kepada HR, usai penyambutan punggawa PSGC Ciamis, di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Senin (23/9).

Menurut Herdiat, ada beberapa langkah alternatif dalam menyelamatkan eksistensi PSGC untuk terus berkiprah di Divisi Utama. Pertama, akan mencari sponsor dengan mengutamakan pengusaha lokal di tambah dengan partisipasi masyarakat Ciamis.  Sementara alternatif kedua yakni akan dilakukan marger dengan sebuah perusahaan untuk bersama-sama mengelola PSGC.

”Tapi alternatif pertama yang akan kami usahakan, yakni dengan mencari sponsor utama. Karena diperkirakan anggaran yang dibutuhkan dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama lumayan besar, belum lagi dengan mendatangkan 3 pemain asing,” kata Herdiat.

Kalau seandainya usaha mencari sponsor tidak membuahkan hasil, lanjut Herdiat, maka jalan terakhir dan terpahit adalah dengan berat hati PSGC harus dijual. “ Tapi kita tidak berharap PSGC dijual ke pihak lain. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sponsor untuk membiayai opersional PSGC,” ujarnya.

Herdiat menambahkan, rencananya Divisi Utama Liga Indonesia akan mulai bergulir pada bulan Maret 2014 mendatang. Artinya, hanya punya waktu 5 bulan dari saat ini untuk mendapatkan sponsor PSGC. ”Kita masih ada waktu untuk mencari sponsor, meskipun mepet. Diperkirakan anggaran untuk satu musim berlaga di Divisi Utama harus mengantongi biaya sekitar Rp. 5 Milyar,” ujarnya.

Mengenai perombakan pemain, kata Herdiat, pasti akan dilakukan. Disamping butuh pemain lokal baru untuk menambah amunisi kekuatan tim, juga harus memiliki 3 pemain asing. “ Selain itu, tim yang akan menjadi rival di Divisi Utama merupakan tim terbaik di tanah air. Karenanya, komposisi pemain pun harus setara dengan tim-tim tersebut, “ ungkapnya.

Menurut Herdiat, mengenai kesiapan stadion untuk dijadikan home base, PSGC tidak memiliki kendala. Karena Stadion Galuh Ciamis sudah dinyatakan layak untuk menggelar kompetisi Divisi Utama. “ Malah, Stadion Galuh sebagai stadion terbaik di wilayah Priangan Timur. Saat ini tinggal memasang lampu penerangan stadion dan rencananya akan selesai bulan Desember tahun ini,” katanya. (Ab@h**/HR.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s